Suararakyatjelata.com,
Basalemaknya rumor terkait pengelolaan MBG di Kabupaten Kerinci dengan berbagai dugaan miris menyakiti hati rakyat, Selasa 4/8 sejumlah aktivis jenis manusio bernyali Mano Tibo duduki Kantor Bupati Kerinci yang berada di Bukit Tengah, kawasannya Bukit Sarang Tupai.
Tidak tanggung tanggung, dalam aksinya kali ini komunitas Mano Tibo menerjunkan sejumlah aktivis kenamaan negri tanah bersudut empat yang incut bumi sakti Alam Kerinci diantaranya hulu balang Sungut Melintang Hendri Wijaya, Jon Key simanusia limbat tak bersungut dan Eka Kaswari yang kerab dipanggil dengan sebutan mbak Lunamaya beserta aktivis kenamaan lainnya.
Dikabarkan, aksi mano tibo ini berlangsung lantaran menyaksi tak ada resfonnya Pemkab Kerinci khususnya dinas terkaitnya menyangkut insiden dialami oleh salah seorang peserta didik SMP N 2 Keliling Danau Kerinci terkena mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan paket produksi dapur MBG Jembatan Merah.
Sontak, ketika itu juga pihak sekolah langsung menarik seluruh paket MBG telah dibagikan kepada peserta didiknya, karena khwatir kejadian tersebut terjadi sama pada peserta didik lainnya. Hingga pada hari tersebut Kamis 30/7 para peserta didik dan tenaga didik SMP N 2 Keliling Danau pulang dengan perut keroncongan.
Sementara, sang pengelola MBG dari kelompok jembatan merah katakanlah tuwo pandak dibugaleh panjang namanya salah seorang bisniser kenamaan dari Kerinci Mudik yang sudah imigran usahanya diupuk barat Kerinci Hilir terkesan basipekak dan basibengak read-cuek dengan kejadian mendera SMP N 2 tersebut.
Dalam orasi Mano Tibonya, dengan tegas para orator menyampaikan bahwa bersama masyarakat Kerinci mendukung adanya program MBG. Tapi, bukan berarti akan tinggal diam bila terjadi kejanggalan pelaksanaan, apalagi berdampak tidak baik kepada penerima manfaatnya.
Menurut para aksi, kejadian yang dialami oleh pelajar SMP N 2 Keliling Danau merupakan tindakan tak bisa ditolerir lagi manakala Prabowo sedang gencarnya menegakkan pelaksanaan MBG dengan segala sanksi diberikan terhadap pengelola lalai dan mengabaikan ketentuan telah ditetapkan.
“Ya, kita harapkan operasional termasuk pihak pengelola MBG Jembatan Merah agar segera diusut guna mempertanggung jawab perbuatannya telah berdampak kepada pelajar yang mengalami mual dan muntah, termasuk kepada pihak sekolah secara keseluruhannya karena dihari kejadian tersebut terpaksa ditarik seluruh paket MBG telah dubagi,” kata Hendri Wijaya sambil memilin ujung kumis tipisnya terlihat sudah mulai tumbuh jarang jarang.
Dibagian lainnya, Eka Lunamaya mempertanyakan dimana keberadaannya dinas Pendidikan, dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya ketika negri sudah sepanas ini karena tak tahan menyaksi MBG yang mestinya membangun kesehatan masyarakat ternyata telah berdampak tidak baik pada generasi muda seperti anak sekolah.
“Diminta kepada Pemerintah daerah terutama pihak berwajibnya agar segera memberhentikan operasional pengelolaan MBG yang bermasalah. Bila tuntutan ini tidak segera digubris, maka para aksi akan melakukan gerakan lebih besar lagi dengan cara memasukkan laporan sekaligus berdemo di Kantor BGN Pusat,” tegas Mbak Eka Lunamaya.
Sementara itu, dikabarkan sampai kecut kuho read-ciut dengan angguk dan nunduk baiyo iyonya pihak Pemkab Kerinci untuk menggelar dialog lantaran para aksi sudah mulai terlihat menggunakan jurus mano tibonya dengan ancang ancang ingin membeberkan beberapa dapur MBG milik oknum dewan dan beberapa petinggi di lingkup Pemkab Kerinci. Bersambung.@Yd,Yid,Yi dan Riles.












