Suararakyatjelata.com, Tampa bermaksud ingin baiyo iyonya menyoal bahwa sistim yang diterapkan oleh Prabowo dan Gibran merupakan keresahan bagi semangat pejuang Reformasi terutama bagi setiap Kepala Daerah, karena sudah ada gelagat dari pemerintah Pusat ingin menguasai kembali segala hal perihal yang menjadi tugas pokok Kepala Daerah dalam mengelola dan membangun daerah masing.
Hanya saja, keresahan terkesan sudah menjadi PR ntah kapan bisa diberi jawabnya oleh masyarakat disetiap daerah tersebut belum mendapat jalan keluar berarti dari setiap program dicanang dan digelar Pemerintah RI dalam memikir kemajuan daerah sebagaimana roh sesungguhnya yang tertuang didalam UU tentang Otonomi daerah diterapkan selama ini.
Buktinya, mulai dari proyek mancik mancik alias bernilai kecil seperti P3AI, Oplah dan lain sebagainya hingga mega proyek yang bersumber APBN yang menjadi harapan dan kebanggaan tiap daerah agar terlihat ada pembangunan wah yang bisa digelar dimasa tarakinainya read-kini ternyata sama tak henti bermasalah ketika pelaksanaannya.
Mirisnya lagi, pelaksana Mega Proyek APBN yang digadang gadangkan digelar oleh kontraktor nasional berkelas dunia internasional dengan nilai kontrak yang m biasa digelar mengguna dolar ternyata tak lebih bentuk kesanggupan dari kontraktor nasional yang berkelas daerah.
Kondisi tersebut tak luput dialami oleh Mega Proyek di Kota Sungai Penuh, seperti pelaksanaan Pasar Beringin Jaya dengan nilai 48 M lebih dan SPAM Tirta Kahyangan dengan nilai 33 M lebih, karena ada predeksi nasib PDAM akan sama seperti terancam mangkraknya pembangunan pasar Beringin.
Tak sedikit kalangan menduga bahwa pelaksananya sudah berniat menggelar pekerjaan hanya sebatas pekerjaan struktur semata notabenenya jenis pekerjaan yang besar angko atau untungnya, tampa ada rasa tanggung jawab untuk menyelesai pekerjaannya sampai tuntas. Gelagatnya sudah sama terlihat ketika tahapan awal penggalian tiang pancang pondasi bangunan tak sekedar ditemukan beberapa dugaan kejanggalan kerja semata, bahkan masa kerjanya juga telah menghabis waktu sampai berbulan lamanya.
Bahkan, Pemkot Sungai Penuh juga sudah dua kali takicuh dinan tarang, karena hampir terjadi kesalah pahaman dengan kalangan Pers dan LSM tak henti mebobardir pengerjaan dengan dugaan bakal mangkrak, dan Pemkot beserta dewan juga dibohongi terang terangan oleh pihak pelaksana yang berjanji akan menuntas pekerjaan dengan cara menamvah jadwal dan jumlah pekerja serta fasilitas maupun armada.
Tak heran, Gabungan aktivis Kapak Merah sealam Kincai menuntut atau meminta dua hal penting kepada Pemerintah Daerah termasuk Kementerian terkait pengelolaan proyek fisik dengan anggaran yang bersumber dari APBN terutama menyangkut Mega Proyek.
Pertama, kepada Pemkot beserta dewan diminta usir saja pelaksana Pasar Beringin maupun SPAM PDAM dari Kota Sungai Penuh bila pengerjaannya dipredeksi bakal mangkrak atau tak selesai dari masa pengerjaan telah ditetapkan, ketimbang kita dikata orang bango read-goblok karena masih membiarkan pelaksana merusak rencana dan tujuan pembangunan daerah karena kehadirannya semata untuk mengeruk untung.
Kedua, kepada Pemerintah RI dan Kementerian terkait pengelolaan fisik diminta agar memperioritaskan perusahaan dan kontraktor lokal atau daerah yang berkelas nasional untuk menggelar pekerjaan Mega Proyek bersumber APBN disetiap daerah, karena selain ada rasa tanggung jawab besarnya terhadap pembangunan daerah, bahkan kesiapan dan kesanggupan kerjanya terbukti ampuh dalam pembangunan seperti di Kerinci dan Kota Sungai Penuh ada Koko Sihok dan Bung Andi Yusuf group kontraktor daerah yang berkelas nasional dengan serba kesiapan dan kesanggupan kerja dimilikinya selalu stand by di daerah.
Gabungan aktivis Kapak Merah juga mengingatkan Pemkab Kerinci yang sedang menggelar mega proyek Rumah Sakit Daerah Kerinci dengan nilai 100 milyar lebih bersumber APBN, hendaknya lebih berhati hati serta senantiasa memantau perkembangan tahapan kerjanya dari waktu kewaktu, agar pengalaman di Kota Sungai Penuh tak terulang di Kabupaten Kerinci. Amin semoga. Penulisnya, katakan sajalah orang jauh tapi dekat dihati namanya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.












