Update Merah Putih, Tak salah kiranya ninek moyang sealam Kincai kerab mau menyebut bahwa gezahnya perhelatan Kenduri Seko tak ubahnya seperti “katiko sayang baru sampai ternyata nan dicinto terlalu cepat ingin pergi”, terkesan satu sama lainnya sungkam untuk melepas kebersamaan dan semangat gotong royong yang terjalin sejak persiapan sampai harinya Kenduri Seko.
Pasca Kenduri Seko yang mempertaut hubungan antara masyarakat sealam Kincai digelar oleh masyarakat Depati Empat Kumun dan Enam Luhah Sungai Penuh, serta Kenduri Seko beberapa desa di Kerinci seperti Lempur, Sulak, Belui termasuk Tanjung Pauh yang baru digelar beberapa waktu lalu.
Selasa malam,17/7 Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos.,M.Si menggelar Silaturahmi dan Pertemuan dengan Lembaga Adat Kabupaten Kerinci dan Lembaga Adat Kota Sungai Penuh di Rumah Dinas Wali Kota Sungai Penuh.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., Asisten I Setda Kabupaten Kerinci, serta pengurus dan tokoh lembaga adat dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan antara pemerintah daerah dan lembaga adat ini merupakan wujud dan upaya membangkit batang terendam terkait kesepakatan bersama seluruh tokoh dan elemen masyarakat ketika upaya perjuangan pemekaran Kerinci menjadi Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Bahwa Kota Sungai Penuh dan Kerinci hanya terpisah secara administrasinya saja karena antara masyarakatnya memiliki hubungan kekeraban dan tali persaudaraan kuat yang dipertaut oleh pondasi adatnya sealam Kincai yakni Tigo Dimudik Empat Tanah Rawang dan Tigo Diilir Empat Tanah Rawang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Alfin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan tokoh adat yang terus berkomitmen menjaga, merawat, dan melestarikan adat istiadat serta nilai-nilai budaya Kerinci.
Wako Alfin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh mendukung penuh penyatuan kelembagaan adat melalui Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci sebagai wadah bersama untuk memperkuat jati diri, persatuan, dan pelestarian budaya masyarakat adat Kerinci. “Melalui penyatuan kelembagaan adat ini, diharapkan terbangun sinergi dalam penguatan identitas budaya, pelestarian warisan adat, pendidikan adat bagi generasi muda, serta revitalisasi dan Memfungsikan Rumah Adat Empat Jenis sebagai simbol persatuan adat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci,” ujar Wako Alfin.
Hal senada juga dikatakan oleh Monadi Bupati Kerinci, ditambahkannya bahwa dimasa serba sulit ini dibutuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong untuk bisa memajukan daerah sebagaimana nilai diwarisi secara turun temurun selama ini.
“Pemkab Kerinci, memberi apresiasi sekaligus mendukung penuh upaya secara adat dalam menyatukan masyarakat sealam Kincai mulai penetai pematang Lingkung sampai Telun Berasap Tanah Sikudung, dan mulai dari air hangat sungai deras pemandiannya hulu balang sungut melintang sampai air terjun arah ke Tapan pemandiannya siak lengih, serta mulai dari RKE wilayatnya Depati Empat sampai Danau Kaco Lekuk Sembilan Tumbi. Bersama kita bisa dan kita bisa bila tetap bersama membangun sealam Kincai ini,” ungkap Bupati Monadi.
Pertemuan juga diisi dengan diskusi bersama antara Pemerintah Kota Sungai Penuh, Pemerintah Kabupaten Kerinci, dan pengurus lembaga adat sebagai wujud komitmen memperkuat sinergi dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Sakti Alam Kerinci.@Yd,Yid,Yi dan Riles.












