Suararakyatjelata.com, Patut diberi acungan jempol terhadap gebrakan demi kemajuan negri sealam Kincai digelar CEO LSM GP2AM bung Hendri Wijaya terutama dalam mengungkap kejanggalan terkait tak terhitung jumlah paket proyek P3AI tahun 2026 yang dikucurkan melalui BWS untuk kepentingan Kelompok Tani yang ada di Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.
Selain sukses dengan gamblangnya mengungkap kejanggalan tekhnis proyek P3AI dengan dugaan umumnya dikerja asal jadi, kualitas pengerjaan dikhwatirkan termasuk Volume panjangnya tak mencapai 250 M.
Hendri Wijaya juga terbukti bernyali menyikapinya dari sudut pandang non tekhnis dengan menyeret dan menyoal sejauhmana keterlibatan Ferdinanto selaku Kepala BWS dan Edi Purwanto salah seorang anggota DPR RI dapil Jambi yang disebut sebut juragan pemilik Pokir. Hingga pengerjaan P3AI terkesan bersilantas angannya digelar asal jadi oleh kelompok tani.di Kerinci.
Bahkan, dimana mana duduk berapatnya dengan tema proyek ternyata Hendri Wijaya tak luput menekankan bahwa demi memikir kepentingan masyarakat tani sekaligus mendukung suksesnya program ketahanan pangan nasional, hendaknya P3AI ataupun Oplah harus dikerjakan sebagaimana juknisnya, dan bila terjadi kelalaian kerja maka pihak terlibat harus bertanggung jawab mengerjakan ulang dengan biaya pribadinya.
Tak puas sukses menemukan dugaan tekhnis pengerjaan P3AI Desa Sungai Abu yang dikerjakan asal jadi dan ditemukan adanya keretakan diruas bangunan pengairan yang baru selesai dikerjakan oleh kelompok tani sebagaimana dilansir oleh MO Suararakyatjelata.com.
Kini, Hendri Wijaya dikenal kerap bergabung dengan komunitas jenis manusio mano tibo kembali berkabar dengan tema hotnya menyebut menurut info masyarakat sekitarnya pengerjaan P3AI yang berjudul desa Sungai Abu ternyata digelar dalam wilayah lain yakni Desa Pondok Sungai Abu.
Ia juga menyebut masyarakat tani setempat tak henti mengeluh karena pengairan yang baru dibangun hanya melintasi sawah milik salah seorang terpandang di Desa Sungai Abu, katakanlah milik hai hai siapa dia orangnya?, misalnya.
“Proyek ini uang negara untuk rakyat banyak, bukan untuk kepentingan satu orang atau kelompok. Jika hasil pemeriksaan membuktikan benar terjadi penyimpangan — lokasi pindah, kualitas buruk, manfaat hanya untuk pribadi — maka seluruh biaya perbaikan atau pembangunan ulang WAJIB ditanggung pribadi oleh yang terlibat, bukan dari uang negara lagi,” tegas Hendri.
Lanjutnya, pengalihan wilayah pengerjaan merupakan tindakan yang sudah jauh menyimpang dari ketentuan P3AI mestinya, harus ada manfaat besar bagi petani desa yang tergabung dalam kelompok tani dipercayai mengerjakan, bukannya bagi kepentingan seseorang, apalagi seseorangnya berada didesa lainnya.
“Diminta kepada pihak pemerintah Kecamatan beserta APH agar segera terjun langsung kelokasi disertai tindakan tegas terkait keluh kesah masyarakat tersebut. Siapapun terlibat dalam dugaan kejanggalan pengerjaan P3AI Desa Sungai Abu akan diungkap semuanya,” singkat Hendri Wijaya.
Sementara itu, hai hai siapa dia orangnya ketika dihubungi untuk diminta kejelasannya terkait keresahan masyarakat tersebut ternyata belum ada jawaban, meski konfirmasi dikirim Via WA berconteng dua dengan warna biru, mungkin beliau agih kepayah read-capek, kali. Bersambung.@Yd,Yid,Yi dan Riles.












