Hardizal S.Sos Angkat Bicara; Proyek SPAM Adalah Kebutuhan Primer Mesti Didukung, Diawasi & Dijaga Pembangunannya.

Suararakyatjelata.com, Bergeraknya para aktivis tunggu negri Hamparan Rawang selaku tuan rumah proyek SPAM yang didukung kuat oleh para aktivis kenamaan sealam Kincai tak sekedar membuat dugaan kejanggalan kerja tiang pancang pondasi bangunan PDAM Tirta Kahyangan jadi sorotan tajam publik.

Bahkan, kekhwatiran juga datang dari banyak kalangan terutama pihak yang berkompeten dan peduli pembangunan Kota Sungai Penuh maupun Kerinci, karena pengerjaan tiang pancangnya tak menurut juknis, terbukti setelah lubang tiang dibor ternyata tidak langsung dicor malah sudah berminggu lamanya digali baru kemudian dicor. Hingga, menurut tekhnis bisa berdampak fatal terhadap struktur gedung dibangunan nantinya.

Kali ini, dewan Kota Sungai Penuh angkat bicara, dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hardizal S,Sos bahwa pembangunan SPAM merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat banyak mesti didukung, diawasi, dan dijaga pembangunannya.

Menurutnya, berbagai rumor berkembang terkait pengerjaan tiang pancangnya merupakan bentuk indikasi adanya kejanggalan terjadi dipengerjaannya.

“Iya kita sangat menyayangkan kalau proyek yg angggaran sebesar itu diduga asal dikerjakan oleh pihak pelaksananya,” ungkap Hardizal.

Ketika ditanya lagi oleh awak Suararakyatjelata.com kira kira apa saran dan langkah yang akan diambil oleh dewan Kota Sungai Penuh yang katanya hampir rata jenis manusio cap mau paling pantang dilintas bayangan bila menyangkut perjuangan demi kemajuan pembangunan daerah dan masyarakat banyak?

Kata Hardizal, S.Sos, maka dari itu kita mintak ke pihak APH agar bisa turun dan priksa semua yg terlibat dlm proyek itu dan kami DPRD akan segera turun kelapangan menindak lanjuti keluh kesah maupun laporan dari masarakat.

Lebih lanjut, dikatakannya bahwa secara hukum, DPRD tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan pekerjaan. Namun bila kefatalan pekerjaan tak bisa ditolerir lagi bukan berarti pengawasan dewan bakal mentok hingga disitu.

“DPRD berhak merekomendasikan, mendesak, atau meminta penghentian sementara kepada Kementerian PUPR dan Kepala Daerah melalui fungsi pengawasan yang dimilikinya. Namun, kita lihat saja temuan dan hasil sidak nantinya ,” pungkas Hardizal Wakil Ketua DPRD.

Menggemanya suara rakyat dari gedung dewan yang terhormat itu, mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari para aktifis Cap Mano Tibo selaku tunggu negri dengan tuah sepakat yang menjadi pegang pakainya terjun tidak bertangga dan melompat tidak berkain unit Hamparan Rawang.

“Ya, kita harapkan kepada APH, Kepala Daerah terutama dewan Kota Sungai Penuh jangan sampai sebatas gadang sarawa saja. Hendaknya turun langsung memantau bagaimana tahapan dan kondisi kerja Pproyek SPAM PDAM Tirta Kahyangan yang diduga baru awalnya sudah sarat masalah,” Singkat M Rawi Alfarisi aktivis tunggu negri yang diangguk dengan baiyo iyonya oleh Hengki Chandra.@Yd,Yid,Yi dan Riles.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top