Oplah Desa Simpang Tutup & Beberapa Kejanggalan Dimatanya Rama Irawan Aktivis Tunggu Negri Tanah Sikudung.

Suararakyatjelata.com, Tak ingin digelitik habis habisan dengan kalimat guyon wah ini pasti ada cerita aduhai lagi dibalik tawaran dilontarkan oleh Ketua Balik Subuh dengan baiyo iyonya mengajak para aktivis kapan sih ada kesempatan kita berjalan dan masuk wilayah desa Simpang Tutup, mengingat negrinya tersohor dengan kembang kampung yang berbody gitar di Tanah Sikudung, Sulak.

Guna menepis guyon aktivis tersebut, akhirnya secara Vullgar bung Rama Irawan yang sudah melekat dengan sebutan Ketua Balik Subuh membuka tembo read-data beberapa dugaan kejanggalan terkait pengerjaan proyek Oplah Tahun 2026 Desa Simpang Tutup Sulak, Kerinci yang dikerjakan oleh Kelompok Tani Maju Jaya.

Berdasarkan hasil investigasi langsungnya Rama Irawan di Desa Simpang Tutup menemukan banyak kejanggalan mulai dari lokasi proyeknya terkesan didalam semak belukar berada diujung dusun, hingga pengerjaannya terlihat asal jadi.

Menurutnya, hasil pengerjaan P3AI Desa Simpang Tutup tak pantas disebut proyek bersumber dari APBN, malah lebih parah kondisinya dari proyek bandes pembangunan desa yang menjadi permainannya para Kepala Desa nakal ketika masa dahin dulu kalanya.

“Untuk itu, perlu dipertanya dimana letak pengawasan termasuk tanggung jawabnya BWS VI selaku lembaga yang berhak mengucur Oplah, karena pengerjaan di desa Simpang Tutup sarat masalah,” ungkap Rama Irawan.

Kenapa sampai hatinya disebut demikian? Karena, kata Rama Irawan kualitas bangunannya tak lebih seperti proyek tigo suku dimana lima jari ditekan pada beberapa ruas bangunannya disitu terjadi runtuh dengan berhamburnya bongkahan pasir mengering.

Menurutnya, diduga karena material semen digunakan seala kadarnya, bahkan pondasi dindingnya hanya beralas pada lantai bangunan, malah lantainya terlihat berlubang. Lantaran, lokasinya jauh dari pantauan umum, hingga pelaksana bersekehendak hatinya menggelar pengerjaan.

“Diperkirakan paling banyak dana pengerjaan terealisasi separoh dari nilai kegiatan tertera dipapan merek sebesar 85 juta lebih,” ketus Rama Irawan.

Dibagian lainnya lagi, Rama Irawan menduga sejumlah kalangan penting di desa Simpang Tutup ikut terlibat bermain dalam pekerjaan maupun untuk mendapat pekerjaan.

Ia juga menyampaikan keluh kesah masyarakat terkait kualitas pekerjaan tak diresfon dengan serius oleh Kepala Desa Simpang Tutup, malah terkesan sang Kades lebih membela pihak pelaksana.

“Ya, bila benar ada keterlibatan Kepala desanya, maka masalah ini akan jadi panjang nantinya. Semua terlibat dalam pengerjaan Oplah Desa Simpang Tutup harus mempertanggung jawab pekerjaan asal jadi dan sarat masalah tersebut,” pungkas Rama Irawan.@Yd,Yid,Yi dan Riles.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top