Suararakyatjelata.com, Pantas disebut Hendri Wijaya selaku CEO LSM GP2AM memang termasuk salah seorang jenis manusio Okey Punya Barang, karena komitmennya tak sebatas terbukti mampu membuka kedok kejanggalan terkait pengerjaan fisik P3AI Tahun 2026 di Kerinci maupun di Kota Sungai Penuh.
Bahkan, dengan serius dirinya tak henti mencari sebab musabab yang menjadi akar permasalahan kenapa sih peluncuran P3AI tak ubah seperti mudahnya menjual isi kacang ditengah balai dengan tak terhitung jumlah paket P3AI 2026 yang digelontorkan dalam wilayah Provinsi Jambi.
Termasuk indikasi ada apanya dong sedang terjadi, hingga pelaksanaannya terkesan seperti memberi pekerjaan pada buruh lepas harian dengan upah dibayar sekali lunas tanpa ada pengawasan dan pemeriksaan secara ketat sebagai bentuk pertanggung jawaban Kelompok Tani terhadap penggunaan uang negara.
Dalam konperensi Persnya dihadapan para awak Media di Resto Kafe, dengan gamblang CEO LSM GP2AM Hendri Wijaya menyampaikan bahwa P3AI dengan ragam persoalan mencuap tak cukup dipandang sebatas kejanggalan pengerjaan fisiknya semata.
Menurutnya, perlu juga dikaji secara mendasar terkait adanya program P3AI termasuk bagaimana kinerja dari BWS selaku instrumen pemerintah yang dipercayai mengelolanya.
“Bila kita mau jujur, persoalan P3AI khususnya di Kerinci dan Kota Sungai Penuh tak lepas dari kinerja BWS VI dan Bung Edi Purwanto anggora DPR RI yang digadang gadangkan sebagai pemilik Pokirnya,” kata Hendri Wijaya.
Kenapa sampai hatinya disebut demikian? Lanjutnya, selain diduga pemain dibalik layarnya adalah orang orang dekat Edi Purwanto ataupun orang yang dianggapnya bisa mengatasi bila mencuapnya persolan, dan diduga juga telah dimanfaatkan sebagai ajang mengeruk keuntungan bagi pihak BWS VI Jambi.
Ditambah lagi, katanya telah terbesit selingat selingut read-rumor bahwa untuk pengerjaan P3AI tahun 2026 telah terjadi pungutan secara terang terangan, meski beberapa pihak yang disebut menerima pesangon read-fee telah memberi klarifikasi dalam bentuk bantahan Via beberapa Media Online.
“Terlalu pagi ingin disebut malaikat namanya, bila pengerjaan proyek dimasa tarakinai read-kini tanpa ada batu dibalik udangnya. Apalagi, sudah berurusan dengan proyek pokir yang dikelola pula oleh balai, meski sebatas cik cik nai tapi sedikit pasti kanai,” ungkapnya lagi dengan gelak tawa sedikit terbahak.
Untuk itu, dimintanya kepada Edi Purwanto anggota DPRRI dan PLT Kepala BWS VI Ferdinanto mesti mempertanggung jawabkan pengucuran uang negara tidak tanggung jumlah bagi pengerjaan P3AI dalam wilayah Provonsi Jambi terutama Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
“Ya, kita minta pihak Dirjen Kementerian PUPR RI dan APH agar segera memeriksa pelaksanA P3AI tahun 2026, Provinsi Jambi termasuk sejauh mana mainnya Kepala Balai beserta Edi Purwanto sebagai pemilik pokir P3AI. Mengingat, persoalan sudah meresahkan masyarakat ini bakal kita apungkan dengan gerakan lebih besar lagi seperti laporan dan menggelar aksi demo,” pungkas Hendri Wijaya sambil memilin ujung kumis tipisnya sudah terlihat mulai tumbuh jarang jarang @Yd,Yid,Yi dan Riles.












