Suararakyatjelata.com, Wah ada apa pula ini? Pekerjaan Optimasi Lahan Non Rawa OPLAH Tahun Anggaran 2026 dilaksana olrh Poktan Hidup Sejahtera Desa Sungai Batu Gantih, Kecamatan Gunung Kerinci Kabupaten Kerinci, Jambi dengan nilai Rp123.330.000 tak henti disorot.
Setelah Media Online Gaperta dengan penulis ternamanya Andak Roli mengungkap dugaan ragam persoalan terkait pengerjaannya termasuk bagaimana keluh kesah dan resah gelisahnya tokoh masyarakat setempat terkait pengerjaannya.
Bahkan, masyarakat setempatnya sampai mempertanyakan apakah pembangunannya telah melalui kajian tekhnis yang memadukan antara debet air ketika tingkat curah hujan tinggi kerab terjadi banjir dengan letaknya yang berada dipemukiman masyarakat.
Kini, sejumlah aktivis cap mau yang bermarkas disetiap ada balai read-pasar tradisional dibuka ikut menyoroti pengerjaan tersebut dengan temuan hampir serupa dengan apa yang dilansir oleh Media Gaperta.
Hanya saja, terlihat para aktivis lebih Vulggar dan blak blakan secara tajam menyorotinya terutama menyangkut persoalan secara tekhnis, karena proyek standar nasional ini mesti ampuh kualitas yang mesti ada manfaat besarnya bagi masyarakat.
Dikatakan oleh Rama Irawan yang kerab dipanggil dengan sebutan Ketua Balik Subuh karena tiap waktu disibukkan kulur kilir mengurus dan memikir negri Sealam Kincai, selain bagaimana rancangan dari rencana pembangunan mesti dipertanyakan, namun hasil pengerjaan juga sangat mengkhwatirkan.
Menurutnya, pengerjaan tidak digelar secara profesional. Itu terlihat pada pasangan batu beronjong dan letak rangka beronjongnya tak sejajar atau lurus.
“Ya, perlu dipertanyakan apakah pembangunannya benar benar ampuh bagi mendukung kelancaran pengairan pertanian nantinya. Jangan jangan bisa menjadi petaka bagi masyarakat bermukim dibantarannya,” singkat Ketua Balik Subuh.
Hal senada juga disampaikan oleh Hendri Wijaya CEO LSM GP2AM, ditambahkannya melihat kondisi beronjong yang baru dibangun dikhwatirkan tak lama waktu ambruk, karena pengerjaan terkesan asal jadi, bahkan bisa disebut asal dapat jatah proyek.
Menurutnya lagi, secara tekhnisnya material beronjong harus mengguna batu kali murni. Sementara dari bagian muka dan atasnya bangunan sudah terlihat masih ada upaya menyelipkan beberapa batu menguning sejenis batu gunung yang mengandung unsur kapur jenis material rentan terhadap air dan mudah kropos.
“Namanya proyek mengguna APBN tak sekedar perlu adanya kajian sebelum pelaksanaan, tapi pengerjaan mesti berkualitas dan materialnya mesti menurut standar nasional. Sementara, pada pengerjaan Oplah Sungai Batu Gantih tidak terlihat prisip demikian. Ini sudah menjadi catatan bagi LSM GP2AM sebagai bagian dari laporan yang disiapkan nantinya” singkat Hendri Wijaya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.












