Wako Alfin Mulai Geram, Minta Target Penyelesaian Pasar Beringin Harus Dibagi Secara Rinci.

Suararakyatjelata.com, Dengan berseleweran rumor dimedsos menyebut Kota Sungai Penuh Takicuh dinan tarang, dan pelaksana Pasar Beringin Kota Sungai Penuh kembali berbohong ketika sidak Wako bersama Kepala BWS, dengan janji pelaksananya akan menambah jumlah pekerja dan sarana serta fasilitas guna mempercepat kerja sesuai adeddum perjanjian ditetapkan.

Masalahnya, sampai saat ini belum nampak itikad serius pengerjaan bisa selesai sesuai masa adendum perjanjian. Sementara orang balai selaku penghuni pasar sudah terlanjur angguk baiyo iyo terhadap apa yang digadang gadangkan oleh para anak itik lokal bahwa H Nopal Wong Jambi selaku pemborong dipercayai mengerjakan Pasar Beringin adalah kontraktor berkelas dan okey punya barang karena pernah dipercayai membangun gedung bertingkat dengan nilai dolar milik Pemerintah negara Singapur dan Brunai.

Sabtu 26/9, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H bersama Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Dirjen Prasarana Strategis Feriqo Asya Yogananta kembali meninjau sejauh mana perkembangan progres penyelesaian pembangunan Pasar Beringin Jaya.

Peninjauan kedua kali ini juga turut dihadiri oleh Sekda Alpian, Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis jambi Kementerian PU Edia Putra, dan Para Kepala OPD terkait.

Peninjauan bersama pihak Kementerian kali ini tujuannya adalah untuk memastikan Pembangunan Pasar Sungai dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Saat menyaksi perkembangan kerja terkesan lamban, terlihat Wali Kota Sungai Penuh Alfin mulai geram meminta penyedia jasa segera menyusun recovery schedule atau jadwal percepatan yang terukur. Target penyelesaian pekerjaan harus dibagi secara rinci setiap minggu hingga mencapai 100 persen.

Wako Alfin menegaskan, jadwal percepatan tersebut harus menjadi acuan dalam mengejar sisa pekerjaan, sehingga setiap tahapan dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala. Dengan demikian, pelaksanaan pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Apabila dilakukan addendum, tambahan waktu tersebut harus disertai strategi percepatan yang jelas dan terukur, sehingga tidak hanya menjadi penambahan waktu pelaksanaan pekerjaan.” Ujar Wako Alfin.

Untuk mengejar sisa pekerjaan, Wako Alfin juga menginstruksikan adanya penambahan sumber daya, baik tenaga kerja maupun pola kerja melalui sistem shift dan lembur. Selain itu, mobilisasi alat serta material juga diminta untuk dipercepat.

Optimalisasi seluruh sumber daya tersebut dinilai penting agar proses percepatan pembangunan berjalan efektif tanpa mengabaikan standar kualitas dan keselamatan kerja.

“Pembangunan Pasar Beringin Jaya ini harus segera dituntaskan agar dapat difungsikan sebagai pusat perdagangan modern yang representatif. Kita ingin masyarakat, khususnya para pedagang, segera merasakan manfaat dari pembangunan ini,” pungkasnya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top