Daerah  

“Hendri Wijaya Desak Dewan & APH Pantau Pengerjaan SPAM 33 M Kota Sungai Penuh”.

Suararakyatjelata.com, Semakin tajamnya sorotan publik terkait pembangunan SPAM PDAM Tirta Kahyangan, rupanya sampai ketelinga Hendri Wijaya salah seorang aktivis ternama dari Komunitas Cap Mao sealam Kincai yang bermarkas diwarung kopi setengah air penuh, Kota Sungai Penuh.

Senin 3/8, diketahui Hendri Wijaya beserta rombongan sedang mengatur strategi di tenda biru kawasan angin sepoy bukit sarang tupai guna tindak lanjut dan langkah diambil menyangkut pembangunan SPAM PDAM baru dimulai dengan dugaan sarat masalah dan tak profesionalnya pelaksana selaku pemenang tender nasional tersebut.

Hingga, pengerjaannya tak henti membuat keluh kesah ditengah masyarakat terutama dikalangan aktivis dari tanah Rawang dikenal hampir umumnya sering terlambat tidur dan selalu cepat bangkit karena tiap harinya disibukkan kulur kilir mengurus dan memikir kemajuan negeri sealam Kincai.

Dikatakan oleh Hendri Wijaya, pembangunan SPAM merupakan salah satu bagian dari kebutuhan primer masyarakat, tak sekedar Pemerintah mesti memperjuangkan, tapi masyarakat juga diwajibkan menjaganya termasuk memantau dan mengawasi ketika pembangunannya digelar.

Ia juga menyampaikan sampai adanya keluhan dikalangan aktivis berarti ada dugaan atau indikasi terjadi kejanggalan pengerjaan pembangunannya yang baru dimulai.

“Ya, menyaksi gambar yang beredar diduga pengerjaan tiang pondasinya sarat masalah, karena digambarnya terlihat setelah dibor tanpa langsung dicor. Malah, pihak pelaksana menunggu semua titik dibor mungkin rencananya setelah itu baru digelar pengecoran guna mempermudah pengerjaan” kata Hendri Wijaya.

Dijelaskannya, pengerjaan tiang pondasi gedung milik Pemerintah memiliki banyak tahapan mulai dari sebelum di bor mesti dikaji kondisi tanahnya terlebih dahulu, apalagi di daerah berawa seperti di Desa Simpang Tiga Rawang.

Lanjutnya lagi, setelah dibor harus langsung di cor tiang pondasinya guna menghindari terjadi runtuhnya dinding lubang yang baru digali atau dibor. “Bila konsultannya jarang berada dilokasi saat berlangsungnya pengerjaan, maka wajar terjadi kejanggalan pada pengerjaan tiang pancang pondasinya. Namun ini tak bisa dibiarkan begitu saja dan kita read-aktivis harus segera bergerak,” ungkapnya

Sambil memilin ujung kumis tipisnya terlihat mulai tumbuh jarang jarang, Hendri Wijaya meminta kepada dewan khususnya komisi terkait yang katanya paling pantang dilintas bayangan bila sudah menyangkut kemajuan dan pembangunan daerah, termasuk APH agar segera menggelar pengawasan dan pantauan terhadap pengerjaan SPAM PDAM Tirta Kahyangan.

“Bila himbauan peduli terhadap pembangunan daerah ini tidak digubris, maka bukan barang mustahil para aktivis akan turun menggelar aksi sekaligus membuat laporan ke Kementerian terkait menyangkut dugaan kejanggalan pengerjaannya,” pungkas Hendri Wijaya

Sampai berita ini dirillis, belum ada aktifitas pengecoran terhadap lubang pancang sudah digali yang dibiarkan terbengkalai susah berminggu lamanya. Bersambung.@Yd,Yid,Yi dan Riles.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top